9,4 M Tututan Yang Diajukan MArtin Pratiwi Ke Ashanty

9,4 M Tututan Yang Diajukan MArtin Pratiwi Ke Ashanty – Ashanty tengah digugat perkara Rp 9, 4 miliar berkenaan upaya kerja sama seperti Martin Pratiwi pada 2016 lalu. Berkenaan dengan hal semacam itu, Martin mengakui gak mau tuntut berbagai hal.

Sang penggugat lantas memperjelas peristiwa yg sesungguhnya kala dijumpai di daerah Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (5/7/2019) .

” Udah ada upaya buat menginformasikan hak istri saya. Bukan nuntut macam-macam, namun haknya kan udah dijelaskan, disana sudah melalui pengacara, somasi pun dikirimkan, ” kata Agus Ujianto, suami dari Martin.

Selama waktu pemberitahuan itu, faksi penggugat nyata-nyatanya gak memperoleh berita kelanjutan dari Ashanty serta manajernya. Mereka udah melaksanakan sejumlah upaya, akan tetapi gak pun menemukannya titik bertemu.

” Saat itu pun gak ada jawaban yg pastinya. Kami rasakan tunggu dahulu siapa tahu ada kemauan baik. Selanjutnya kan pelbagai upaya pun dilaksanakan. Ada pertemuan dengan manajernya, penuturan seperti point-point yg ada di dalam tuntutan saling tak memperoleh titik bertemu, ” katanya .

Tidak hanya itu, Agus pun menerangkan pasal-pasal yg belum dipenuhi dari faksi Ashanty berkenaan pemutusan kontrak kerjanya. Agus serta istri tuntut sejumlah asset yg harusnya berubah menjadi punyanya lantaran pemutusan kontrak itu.

” Yg ke dua, bukan kami tak ingin diputus kontrak, namun dalam klausul kontrak itu ada clausal yg menuturkan apabila salah satunya akan memutuskan interaksi kontrak, jadi produk yg lama bakal jadi punya orang yg diputus kontrak (istrinya) , ” lanjut Agus.

” Istri saya diam saja, lantaran bila memotong kontrak, semua barang, semua asset, masuk ke faksi yg akan memutuskan, ” sambungnya.

Semua asset hasil dari kerja samanya, untuk Agus serta istri itu udah berubah menjadi haknya. Akan tetapi sampai sekarang, Ashanty belum pula memberikan.

” Seusai ditetapkan (kontrak) pastinya kan ada asset. Itu kan sesuai sama persetujuan mesti dibagi dua. Sampai waktu itu pun disaat dilakukan konfirmasi semua laporan yg ada, asset itu belum dibagi pun hingga saat ini, ” katanya.

” Kami ajukan pertanyaan terus pengin kapan? Kita maunya tuntas baik-baik, namanya usaha dengan, ” jelasnya.