Bejat! 2 Pria Ini Rampas Motor dan Cabuli Siswi SMA di Mojokerto

Bejat! 2 Pria Ini Rampas Motor dan Cabuli Siswi SMA di Mojokerto – Gak cuma merebut sepeda motor siswi SMA di Mojokerto, 2 pria asal Lamongan tega mencabuli korbannya. Ke-2 pemeran lantas ditembak di kakinya karena menantang kala diamankan.

Ke-2 pemeran merupakan Suparno (30) serta Eko Nugroho (23) . Kedua-duanya masyarakat Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan.

Kapolresta Mojokerto AKBP Sigit Dany Setiyono menuturkan, tindakan perampasan ini berlangsung pada Jumat (21/12) . Kala itu korban dalam perjalanan pulang dibonceng kawan laki laki satu sekolahnya mengendarai sepeda motor Honda BeAt nopol S 5306 NY. Motor itu punya kawan korban.

Datang di jalan perkebunan tebu Desa Canggu, Kecamatan Jetis kurang lebih waktu 17. 00 WIB, korban dihadang oleh Suparno serta Eko. Ke-2 pemeran mengintimidasi ke-2 pelajar SMA itu gunakan pisau.

” Dengan tuntutan serta ultimatum senjata tajam, pemeran memaksa korban untuk buka bajunya, ” kata Sigit kala jumpa wartawan di kantornya, Jalan Bhayangkara, Kota Mojokerto, Jumat (28/12/2018) sore.

Kasat Reskrim Polresta Mojokerto AKP Julian Kamdo Waroka memaparkan, ke-2 korban dibawa pemeran ke kebun tebu. Di area, terduga Suparno mengikat tangan serta kaki gadis berumur 17 tahun itu gunakan tali sepatu korban. Sesaat Eko menyekap kawan pria korban.

Dalam situasi gak berkemampuan, siswi SMA itu ditelanjangi oleh Suparno. Gak cuma itu, pemeran ikut mencabuli korban.

Bahagia mencabuli korban, lanjut Waroka, ke-2 pemeran selanjutnya merebut hp punya ke-2 korban. Gak cuma itu, sepeda motor kawan korban ikut dibawa kabur pemeran. Mereka selanjutnya tinggalkan gadis asal Kecamatan Gedeg, Mojokerto itu dalam situasi bugil serta terikat tangan serta kakinya.

Korban selanjutnya memberikan laporan peristiwa ini ke polisi. Gak habiskan waktu lama untuk petugas untuk membekuk ke-2 pemeran. Itu selesai polisi kerjakan olah TKP dan memintai info korban serta saksi-saksi.

Polisi sangat terpaksa menembak kaki Suparno serta Eko karena menantang kala bakal diamankan. Usut punyai usut, rupanya Suparno sempat ditahan sepanjang 7 tahun atas perkara sama di Jateng.

Karena tindakannya, Suparno serta Eko dijaring dengan Kasus 365 KUHP perihal Perampasan serta Undang-undang Perlindungan anak. ” Ultimatum hukumannya maksimum 15 tahun penjara, ” tegasnya.

Terduga Suparno mengatakan gak punya niat kerjakan tindakan perampasan ini. Kala itu dianya dalam perjalanan ke area Dam Rolak Songo, Tarik, Sidoarjo untuk ngopi. Tekad jahatnya muncul kala menyaksikan korban lewat jalan sepi.