Freeport Dan Indonesia Sepakati Dua Perjanjian

Freeport Dan Indonesia Sepakati Dua Perjanjian – Kementerian Daya serta Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan telah ada dua perjanjian yang udah dicapai pada pemerintah dengan PT Freeport Indonesia berkaitan nasib perusahaan tambang asal Amerika Perkumpulan tersebut di dalam negeri.

Di konfirmasi tentang info itu, Vice President Corporate Communications PT Freeport Indonesia, Riza Pratama menyebutkan pihaknya masih tetap mengulas pembangunan smelter yang penting tuntas sebelum saat Januari 2022, serta perpanjangan kontrak Freeport dari 2021 jadi 2031.

” Kami masih tetap berunding atas isu-isu itu dengan Pemerintah. Semua dalam satu paket perundingan untuk ditangani, ” kata Riza lewat pesan singkat, Rabu (26/7/2017) .

Meski sekian Riza juga tidak tegas menyanggah disaat di tanya tentang udah terhubungnya perjanjian pada ke-2 belah pihak berkaitan perpanjangan kontrak dari 2021 jadi 2031.

Dia cuma mempertegas, PT Freeport Indonesia tetaplah mengharapkan dapat memperoleh perpanjangan operasi s/d 2041 di Tanah Air.

” Supaya kami mampu menambahkan investasi tambang bawah tanah sebesar 15 miliar dollar AS serta pembangunan Smelter sebesar 2, 3 miliar dollar AS dan pelepasan, ” ungkap dia.

Seperti di ketahui, kajian dalam perundingan pada Pemerintah serta Freeport Indonesia yang waktu ini tengah berjalan, belum juga terwujud perjanjian apapun.

Sesuai sama ketetapan Undang-Undang serta ketetapan yang berlaku, perpanjangan kontrak memanglah dapat diberi maksimum 2×10 th., namun dengan beberapa ketentuan.

Ketentuan yang disebut diantaranya membuat sarana pemrosesan serta pemurnian (smelter) , pelepasan saham sampai sebesar 51 %, sampai ketetapan pajak pada negara.

Selain itu harus penuhi ketetapan yang lain berkaitan kemampuan perusahan, problem lingkungan, serta jaminan pascatambang.

Sampai waktu ini, implementasi kriteria itu masih tetap jadi materi kajian dalam perundingan pada pemerintah serta Freeport Indonesia.