Grace Tantang Hulk Tentang Video Dengan Ahok

Grace Tantang Hulk Tentang Video Dengan Ahok – Pengelola account Twitter @Hulk_idn mengklaim miliki video ‘panas’ pertalian cinta lokasi pada Ketum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Berang dengan tuduhan itu, Grace menantang Hulk untuk melaunching video itu kurun waktu 1×24 jam.

Tantangan itu di sampaikan Grace melalui video yang di terima detikcom, Jumat (8/6/2018). Grace menantang agar @Hulk_idn melaunchingnya untuk memperlihatkan tuduhan pertalian asusila dengan Ahok.

” Halo juragan dan sis. Sekian hari paling akhir account Hulk gencar menyebarkan gosip saya memiliki pertalian asmara dengan Pak Ahok. Bahkan juga mengklaim memiliki video panas pertalian asusila saya dengan Pak Ahok. Dari pada kita selalu berpolemik apakah video ini ada atau tidak, isunya benar atau tidak, saya menantang Hulk untuk melaunching video itu kurun waktu 1×24 jam, ” kata Grace dalam video.

Grace mengemukakan jikalau Hulk tidak bisa penuhi tantangannya itu, maka tuduhan masalah perselingkuhan ataupun pertalian asusila dengan Ahok tidak dapat dibuktikan.

” Jika besok Hulk tidak sukses melaunching video itu maka dapat dibuktikan cuitan Hulk imajinasi belaka. Sama seperti avatar (Twitter) imajinasi belaka. Mohon besok pada 9 Juni waktu 11. 11 WIB, jikalau Hulk tidak melaunching video itu, bagaimana bila kita ubah avatar Hulk dengan Hello Kitty yang imut dan pink? ” tutup Grace.

Sebelumnya, Grace memberikan laporan dua account yakni account Twitter @Hulk_idn dan account Instagram @prof. djokhowie ke Polda Metro Jaya. Dia membawa beberapa tanda bukti bersifat screenshoot tulisan dua account itu yang berisi kolase photo Grace. Grace memanggil gosip cinta lokasi itu sarat muatan politis.

” Bila menurut kami memang ada motif politik, karena memang berisi propaganda yang memfitnah tokoh politik. Kelihatannya ke situ arahnya, ” kata Grace pada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (7/6/2018).

Grace mengemukakan rekaan itu jadi sebuah keprihatinan di dalam masuknya kelompok wanita ke dunia politik. Dia memanggil cerita yang didirikan dengan terdapatnya rekaan itu kalau seakan-akan wanita tidak dapat membuktikan prestasi didunia politik.

” Buat saya ini sesungguhnya adalah bentuk keprihatinan kalau untuk wanita masuk kedalam politik masih tetap dapat perlakuan begini. Bagaimana kita dapat mengharapkan partisipasi wanita di politik dapat makin banyak, jadi bertambah, baru masuk saja telah sekian. Seakan-akan wanita itu tidak dapat berprestasi, tidak dapat masuk ke kancah politik tanpa ada harus jual badannya, ” papar dia.