Jair Bolsonaro Di Tikam Massa Saat Kampanye

Jair Bolsonaro Di Tikam Massa Saat Kampanye – Seseorang calon teratas dalam pilpres Brasil, Jair Bolsonaro, udah ditikam sewaktu mengadakan pawai kampanye.

Orang politik sayap kanan itu di serang di dalam kerumunan massa di negara sisi Minas Gerais, Brasil.

Pria itu selanjutnya dibawa ke rumah sakit serta menekuni operasi di sisi usus serta, menurut petinggi rumah sakit, diprediksikan dapat sembuh.

Kepopuleran Bolsonaro kelihatan kuat di beberapa jajak masukan, meskipun bermacam komentarnya yg dinilai rasis serta homophobia menyebabkan kegeraman bermacam kelompok.

Jajak masukan memberikan indikasi Bolsonaro dapat mencapai nada paling banyak dalam pemilihan presiden bulan depannya, apabila bekas Presiden Lula da Silva tidak sukses menggugurkan putusan pengadilan yg melarangnya kembali berkompetisi dalam pemilihan presiden.

Bagaimana serangan berlangsung?
Siaran rekaman video kala insiden berjalan di Kota Juiz de For a memamerkan Bolsonaro mengacungkan jempol serta digotong oleh banyak pendukungnya selesai ditikam.

Dia kelihatan kesakitan serta banyak pendukungnya tergesa-gesa menurunkannya ke tanah serta membawanya ke mobil.

Selesai serangan itu, putra Bolsonaro, Flavio, meluncurkan cuitan kalau luka yg terkena ayahnya ” kelihatan gampang “. Tetapi, dua jam selanjutnya, Flavio memberikan pengakuan mengagetkan.

” Sayangnya keadaan lebih serius dari yg kami asumsikan. Dia kehilangan banyak darah, datang didalam rumah sakit dengan desakan (darah) 10/3, hampir wafat. Kondisinya sekarang kelihatannya konstan. Memohon doanya, ” cuit Flavio.

Dia sekarang ada di unit perawatan intens selesai dua jam operasi serta kondisinya ” serius namun konstan “. Bolsonaro, lanjut mereka, semestinya butuh satu minggu sampai 10 hari didalam rumah sakit.

Pihak kepolisian menuturkan seseorang terduga udah ditahan. Namanya, Adelio Obispo de Oliveira.

Bagaimana reaksi publik?
Semua kompetitor Bolsonaro dalam pemilihan presiden Brasil menilai perbuatan penikaman itu. Fernando Haddad, yg diprediksikan akan menukar Lula da Silva jadi calon dari Partai Pekerja, menyebutkan serangan itu ” absurd serta disayangkan “.

Bicara di ibu kota Brasilia, Presiden Michel Temer mengatakan serangan itu ” tidak dapat di toleransi ” dalam suatu negara demokratis. Dia juga mengharapkan Bolsonaro bisa selekasnya sembuh.

” Toleransi ialah sisi dari demokrasi. Itu berubah menjadi sisi dari ketentuan hukum, ” tangkisnya.

Bekas presiden, Dilma Rousseff, mengingatkan kalau serangan itu tidak dapat lolos dari hukuman ” karena mesti berubah menjadi contoh biar hal semacam itu tidak menerpa calon yang lain “.

Siapa penyokongBolsonaro?
Banyak pendukung Bolsonaro memandang figurnya jadi pemimpin kokoh yg dapat memberantas kejahatan.

Pria berumur 63 tahun itu mewakili Partai Sosial Liberal (PSL), serta disertai juta-an rakyat Brasil di jejaring sosial. Banyak pada mereka menjulukinya, ” Donald Trump-nya Brasil “.

Seperti Trump, Bolsonaro mensupport pelonggaran undang-undang pengendalian senjata api serta mendapatkan dukungan dari para Kristen evangelis dikarenakan sikapnya yg tidak kenal kompromi dengan aborsi.

Kala itu Brasil kembali masuk metode demokrasi serta pada 1989 mengadakan pemilihan presiden pertama yg bebas.

Style bicara Bolsonaro yg blak-blakan serta sikapnya yg membela ketentuan hukum, dapat menarik simpati banyak kelompok yg mempersalahkan para kiri atas terjadinya korupsi serta krisis ekonomi.

Pada 2011, dia berkata pada majalah Playboy kalau dia akan ” tidak dapat menyukai putranya apabila gay ” serta dia lebih sukai memandang putranya ” meninggal dunia dalam kecelakaan “.

Pada 2015, dia dikenai sangsi denda dikarenakan berkata dalam satu interviu dengan media massa kalau anggota Kongres, Maria do Rosario, ” tidak layak diperkosa karena dia sangatlah buruk “.

Sekarang ini, Bolsonaro tengah diselidiki atas perkiraan rasisme dikarenakan ucapannya berkaitan penduduk Brasil keturunan Afrika.