Kasus Pencurian Listrik Terjadi di Madiun dan Rugikan PLN Rp 5 Miliar

Kasus Pencurian Listrik Terjadi di Madiun dan Rugikan PLN Rp 5 Miliar – Selama tahun 2018, PLN Unit Pelaksana Layanan Konsumen setia (UP3) Madiun menemukannya kurang lebih 4. 000 masalah pelanggaran. Dari angka itu, 30 % salah satunya digolongkan tindak pencurian listrik.

” Memang benar ada pelanggaran konsumen setia sampai 4 ribu masalah. Tingkat pencurian, tidaklah terlalu besar. Kurang lebih 30 % digolongkan pelanggaran pencurian, ” kata Manager Sisi Transaksi Kekuatan PLN UP3 Madiun, Muhammad Kodri terhadap wartawan di kantornya, Kamis (24/1/2019) .

Karena pelanggaran itu, lanjut Kodri, PLN Madiun mesti memikul kerugian sampai Rp 5 miliar. Untungnya kerugian itu bisa diselamatkan sebab udah dimintakan pertanggungjawaban berbentuk denda buat konsumen setia.

” Lantaran ada penertiban, Penertiban Pemanfaatan Tenaga Listrik (P2TL) yang sehari-hari berpatroli, PLN dapat selamatkan uang sebesar Rp 5 miliar. Tiap-tiap pemakai yang didapati lakukan pelanggaran dipakai hukuman denda serta harus membayar tagihan yang ditunggak, ” terangnya.

Kodri memaparkan, beberapa masalah pencurian listrik itu berlangsung di lokasi karesidenan Madiun, mencakup lokasi Kota serta Kabupaten Madiun, Magetan, Ngawi, Maospati, Caruban, Dolopo, sampai Mantingan, Ngawi. Dipicu rata-rata sebab ketikdaktahuan orang.

Kodri berikan contoh disaat masyarakat menyelenggarakan hajat terus buka segel meteran listrik biar memperoleh penambahan daya listrik tiada sepengetahuan pihak PLN. Walau sebenarnya perbuatan sesuai ini termasuk menjadi pencurian.

” Sehari-hari, petugas dari Penertiban Pemanfaatan Tenaga Listrik (P2TL) PLN UP3 Madiun lakukan penertiban, sebab rata-rata konsumen setia miliki hajat pada akhirnya buka segel meteran. Kala selesai pesta hajatan, konsumen setia lupa kembalikan segel meteran listrik, ” susulnya.

Kodri memberi tambahan, untuk menyikapi soal ini, PLN sebetulnya mempunyai beberapa program yang bisa menolong orang, sekiranya program penerangan sesaat atau menambahkan batas daya dalam saat khusus.