Ke Dua Anggota TNI Gadungan Meresahkan Warga Ditangkap

Ke Dua Anggota TNI Gadungan Meresahkan Warga Ditangkap – Subdit 3 Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya tangkap dua orang residivis perkara pencurian motor. Terduga memanfaatkan modus mengakui anggota TNI alias gadungan dalam berlaga.

” Terduga yg kita amankan inisial KNP (37) ini residivis modus yg sama serta baru keluar lapas Maret 2019. Yg terduga TMN (37) residivis penadah curanmor pun tahun 2012, ” kata Kabid Humas Poda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono terhadap wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (28/6/2019) .

Perkara itu berlangsung pada 10 Mei 2019 di lokasi Jatisampurna, Kota Bekasi. KNP bertindak cari korban yg jual kendaraan bermotor di social media. Diakui dia jadi anggota TNI buat menekankan korban biar yakin padanya.

” KNP cari tujuan serta mengakui anggota TNI serta TMN bertindak menyediakan seragam TNI, ” tambah Argo.
Pura-pura Beli, Anggota TNI Gadungan Bawa juga Kabur Motor Penduduk di Bekasi.
Polda Metro Jaya tangkap pencuri motor dengan modus mengakui anggota TNI.

Seusai KNP dapatkan korban yg mau jual sepeda motor di wilayah Bekasi, KNP serta TMN mensurvei rumah korban biar paham arah kala bawa kabur motor korban. KNP setelah itu mengabari serta menjumpai korban buat berpura-pura beli motor.

” Ia ada gunakan seragam dinas TNI, jadi orang yg jual barang yakin lantaran ia gunakan seragam TNI. Setelah itu terduga pengin coba motor yg bakal dipasarkan, ia lihat pajak mati kapan, beberapa surat kemudian ia coba bawa jalan serta ia lari. Ia mengabari korban serta tes motor, motor ia bawa juga lari, ” papar Argo.

Polisi setelah itu polisi tangkap KNP di tempat tinggalnya di lokasi Tangerang serta TMN di tempat tinggalnya di Lampung dalam akhir bulan ini. Banyak terduga mengakui memanfaatkan uang itu buat kebutuhan hidup keseharian.

” Yg KNP ini saat bulan April 2019 s/d Juni 2019 udah melaksanakan laganya sejumlah 6 kali di lokasi Jakarta Barat serta Cileungsi, ” kata Argo.

Buat seragam TNI sendiri, TMN mengakui beli di lokasi Cijantung, Jakarta Timur. Atas tingkah lakunya, banyak pemeran digunakan Clausal 363 KUHP subsider Clausal 362 KUHP serta Clausal 378 KUHP dengan ultimatum hukuman 7 tahun penjara.