Keseluruhan Pemilik Hak Nada Dalam Kongres Yaitu 168

Keseluruhan Pemilik Hak Nada Dalam Kongres Yaitu 168 – Kongres XV Pemuda/KNPI pada 22 Desember minggu lantas yang salah satunya agendanya penentuan ketua umum dimaksud belum pula final. Meskipun sewaktu itu dalam pungutan suara Haris Pertama mendapatkan 84 nada serta Noer Fadjrieansyah 82 nada. Keseluruhan pemilik hak nada dalam kongres itu yaitu 168.

Ketua Pimpinan Sidang Kongres yang Sekjen demisioner KNPI Sirajuddin Abdul Wahab menuturkan penentuan ketua umum harus masih dilanjut ke putaran II. Ia juga menuturkan faktanya.

Pada penentuan Jumat minggu lantas, memang ada tiga calon Ketum KNPI. Mereka yaitu Haris Pertama, Jackson Kumaat serta Noer Fadjrieansyah. Tapi selanjutnya Jackson Kumaat mengundurkan diri sebelum pungutan suara.

Sesaat dalam Budget Basic serta Rumah Tangga Organisasi tidak mengontrol penentuan ketum dengan cuma dua calon. Tapi selanjutnya proses pungutan suara terus dilaksanakan.

Akhirnya Haris mendapatkan 84 serta Fajrie 82 nada. Waktu itu Sirajuddin bertindak sebagai pimpinan sidang mengakui telah menginformasikan kalau penentuan ketua umum KNPI dapat dilanjut ke putaran 2.

Tapi kondisi waktu itu tidak sehat hingga memaksa Sirajuddin hendak memutuskan kalau Haris Pertama berubah menjadi Ketua Umum KNPI dipilih. Empat pimpinan sidang yang lain tidak sepakat dengan Sirajuddin sebab dikira bertentangan dengan AD ART KNPI.

“Saat usai hitungan nada, saya coba memediasi pada calon, ketua umum demisioner, MPI demisioner, serta saya memberikan berkali-kali kalau proses penentuan mesti dilanjut penentuan pada babak II, sebab tidak ada yang mendapat 50 % plus 1 nada dari keseluruhan nada 168,” kata Siraj dalam keterangannya Kamis, 27 Desember 2018.

Sesuai dengan AD/ART Organisasi calon yang dapat maju ke babak ke-2 yaitu yang mendapat 20 % lebih nada. “Serta kedua-duanya saling melewati 20 % pengumpulan nada,” lanjut Sirajuddin.

Berkaitan waktu penerapan penentuan ketua umum babak ke-2, Sirajuddin menanti kesepatakan 4 pimpinan sidang yang lain.