KPK Selalu Menunjukkan Kemampuannya Dengan Lakukan OTT Di Beberapa Daerah

KPK Selalu Menunjukkan Kemampuannya Dengan Lakukan OTT Di Beberapa Daerah – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan KPK cocoknya geser ke Korea Utara menyusul gencarnya operasi tangkap tangan (OTT). Tidak ambillah pusing, KPK selalu menunjukkan kemampuannya dengan lakukan OTT di beberapa daerah.

Terbaru, KPK lakukan OTT di Lampung Tengah dalam masalah suap Pemkab pada DPRD berkaitan utang daerah pada pihak swasta. Bupati Lampung Tengah Mustafa ikut di tangkap dalam pengembangan masalah ini.

Masalah sangkaan suap untuk anggota DPRD Lampung Tengah berkaitan kesepakatan DPRD atas utang daerah pada PT SMI sebesar Rp 300 miliar. Utang daerah direncanakan juga akan dipakai untuk pembangunan project infrastruktur yang juga akan ditangani Dinas PUPR Kabupaten Lampung Tengah.

” Ini yaitu ketentuan yang memanglah jadi masalah saya, ” tutur Mustafa sebentar sebelumnya ditahan KPK.

Sebelumnya Mustafa, paling tidak KPK juga sudah menangkap tiga kepala daerah dalam OTT. Mereka yaitu Bupati Subang Imas Aryumningsih yang terbawa masalah suap izin lahan, Bupati Ngada Marianus Sae yang terima gratifikasi dalam sebagian project infrastruktur di wilayahnya, serta Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko dalam masalah suap dari dana pungli.

Ramainya penangkapan yang dikerjakan KPK buat Fahri Hamzah mengatakan langkah instansi antirasuah itu tidak pas diaplikasikan di negara demokrasi. Menurut dia, OTT akan tidak buat beberapa aktor tindak pidana korupsi kapok.

” KPK itu cocoknya geser ke Korea Utara saja. Suruh jadi aparatnya Kim Jong Un itu pas dia. Tidak dapat dia di negara demokrasi, ” kata Fahri di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/2/2018).

” Saya berasumsi KPK itu telah alami kematian peranan serta eksistensi. Seperti saat ini dia ngejar-ngejar bupati yang sekali lagi pilkada itu, seperti berburu di kebun binatang, ” paparnya.

KPK dimaksud cuma tengah buat drama oleh Fahri. Dia memohon Presiden Joko Widodo tutup KPK jika tidak sekali lagi dibutuhkan

” Tidak ada fungsinya serta tidak ada faedahnya. Dia juga akan buat drama-drama seakan-akan dampak kapok, bohong itu. Jadi ini menurut saya kesalahan. Sudahlah tutup saja, Jokowi mesti berani, ” tukas Fahri.

KPK sendiri menyikapi enjoy komentar Fahri itu. Wakil Ketua KPK Saut Situmoang berasumsi Fahri punya maksud baik dengan komentarnya.

Gan Fahri nanggap demikian, hatinya baik kok. Terlebih karna yang berkaitan bicara itu ditanggung oleh UU untuk parle (bicara), diskusi, dan sebagainya, ” sebut Saut.

Dia juga mengatakan KPK tidak gampang untuk ditutup. Tutup KPK menurut dia tidak semudah ‘menutup warung’.

” Tapi bila ingin nutup KPK kan bukanlah seperti ingin nutup warung. Lagian UU KPK-nya kan di buat lewat parle juga, jadi parle-parle dululah agar kita-kita bersiap bila tutupnya warung kapan gitu, ” tutur Saut.