Masyarakat Desa Tani Makmur Kecamatan Rengat Barat Di Gegerkan Dengan Penemuan Kerangka Manusia

Masyarakat Desa Tani Makmur Kecamatan Rengat Barat Di Gegerkan Dengan Penemuan Kerangka Manusia – Masyarakat Desa Tani Makmur Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, digegerkan dengan penemuan kerangka manusia. Kerangka itu diketemukan dalam situasi yang terpisah-pisah.

Kerangka itu awalannya diketemukan oleh Suliyani (35), seseorang ibu rumah-tangga masyarakat Desa Tani Makmur pada Jumat (19/4). Kerangka manusia ini diketemukan di dalam kebun karet masyarakat.

“Saksi Suliyani pertamanya temukan karangka manusia berbentuk tangan yang tergeletak diatas tanah di kebun karet,” kata Humas Polres Inhu, Aipda Misran pada wartawan, Sabtu (20/4/2019).

Atas penemuan kerangka tangan manusia itu, masyarakat memberikan laporan ke pihak kepolisian. Polisi lantas melaju ke tempat tempat insiden masalah (TKP).

“Team Polsek Rengat Barat menindaklanjuti atas laporan masyarakat itu. Kerangka tangan lalu di bawa serta ke Polsek,” kata Misran.

Seterusnya, team kembali pada tempat untuk lakukan penyisiran bersama dengan penduduk. Tidak jauh dari tempat pertama, pihak kepolisian bersama dengan penduduk kembali temukan kerangka yang lain.

“Di tempat lainnya diketemukan berbentuk tengkorak kepala berjarak 7 mtr. dari penemuan pertama. Diluar itu masih tetap diketemukan kerangka yang lain, seperti tulang, kaki,” kata Misran.

Misran menjelaskan di tempat lainnya pun diketemukan pakaian lengan panjang warna cokelat, pakaian kaos lengan pendek, celana pendek warna biru yang diketemukan dengan terpisah.

Atas penemuan itu, kata Misran, petinggi Kepala Desa Tani Makmur memberikan laporan jika ada 26 Maret 2019 ada masyarakat yang kehilangan anggota keluarganya. Masyarakat yang kehilangan keluarganya itu ialah Juminah (56) masyarakat desa ditempat.

“Dari baju dan terdapatnya tato di kulit yang masih tetap menempel di tulang, jadi kerangka ini atas nama Sunariyo (66) yang tidak lainnya suami dari Juminah,” kata Misran.

Dari info Juminah, kata Misran, suaminya Sunariyo semenjak 26 Maret lantas tidak pulang ke rumah. Tetapi, pihak keluarga menampik dikerjakan autopsi.

“Pihak keluarga Juminah tidak bersedia dikerjakan autopsi serta menampik proses penyelidikan selanjutnya,” papar Misran.