Memakai Narkoba Di Rumah Kosong, Anak Wakil Bupati Maros Di Ringkus Polisi

Memakai Narkoba Di Rumah Kosong, Anak Wakil Bupati Maros Di Ringkus Polisi – Tim dari Subdit II Direktorat Narkoba Polda Sulsel menangkap empat orang pemakai narkoba selesai menggerebek suatu tempat tinggal kosong di jl Cemara Alliritengngae, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, Sulsel, Selasa, (6/3) waktu 16. 30 wita. Nyatanya satu diantara pemeran ini merupakan anak dari wakil bupati Maros, HA Harmil Matotorang yg berinisial AA (32) , yg setiap harinya merupakan ASN di Pemkab Maros.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Polisi Dicky Sondani yg dilakukan konfirmasi, Rabu petang, (7/3) membetulkan masalah penangkapan empat orang itu.

” Ada 4 orang di tangkap tempo hari. Diantaranya berinisial AA, dia anak wakil bupati Maros serta satu sekali lagi sopirnya, ” kata Dicky seraya merinci empat pemeran itu semasing berinisial AA, (32) , YB, (36) , H dengan sebutan lain E, (25) serta HH, (31) .

Disamping itu, AKBP Musa Tampubulon, Kasubdit 2 Ditres Narkoba Polda Sulsel yang dilakukan konfirmasi juga membetulkan masalah penangkapan empat pemeran itu di Kabupaten Maros tapi dia belum pula bersedia memanggil dengan cara detil masalah anak wakil bupati itu.

” Pastilah begini, benar ada masalah penangkapan itu. Pelakunya empat orang berinisial AA, YB, H dengan sebutan lain E serta HH. Mereka di tangkap berasal dari laporan penduduk terkait suatu tempat tinggal kosong yg acapkali jadikan tempat penyalahgunaan narkoba. Kita selidiki, gerebek serta laksanakan penangkapan, ” kata Musa.

Ditambahkan, dalam sistem penggeledahan, diketemukan 1 paket serbuk dikira sabu seberat 1/4 gr di saku celana AA. Serta satu pirex diketemukan selagi penggeledahan dengan cara total didalam kamar tempat beberapa pemeran berkumpul. Juga diketemukan satu alat isap.

” Bab siapa yang memiliki tempat tinggal kosong yg mereka duduki itu masih tetap kita dalami sekali lagi. Sesaat ini status keempatnya masih tetap pemakai tetapi terus didalami peluang salah satunya ada yg pengedar atau bandarnya. Serta dapat di cari apakah mereka merupakan persekutuan satu jaringan narkoba khusus atau bukan hanya. Kita masih tetap check dengan cara intensif. Mereka sesaat kita tahan di Polda, ” tandas Musa.