Pekalongan Akan Jadikan Nasi Goreng Sebagai Penarik Wisatawan

Pekalongan Akan Jadikan Nasi Goreng Sebagai Penarik Wisatawan – Terlebih dulu sedikit yang mengerti bila Desa Wonopringgo hasilkan banyak pedangan nasi goreng di beberapa kota besar-kecil di Indonesia.

” Awalannya saya belum juga sadar, hingga bercakap di obyek wisata sama pedagang nasi goreng, baru terpikir ini dapat jadi potensi desa, ” tutur Slamet Haryanto, Kepala Desa Wonopringgo, Jumat (18/8/2017).

Awalannya ia berfikir ikuti Kota Pekalongan dengan masakan khasnya megono serta tauto. Namun malah susah mencari keduanya di Desa Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Dari hasil penelitian kecilnya dengan staf beda, didapat warganya telah turun-temurun serta menyebar di beberapa kota besar ataupun kecil, untuk berjualan nasi goreng.

” Jumlahnya ada beberapa ratus, hingga saat ini masih tetap step pendataan yang di Jakarta, Bandung, Semarang, serta kota kecil sekelilingnya. Untuk di Pekalongan ada 60-an lebih, ” katanya.

Ia mengerti ini punya potensi jadi kelebihan, nilai ekonomi, juga keunikan untuk menarik wisatawan datang ke Desa Wonopringgo. Langkah awalannya buat Festival 1. 000 Piring Nasi Goreng.

Dalam festival itu wisatawan yang datang dapat nikmati nasi goreng dari racikan pedagang asal Wonopringgo yang umum berjualan di beberapa kota. Diluar itu juga ada tumpeng nasi goreng, yang dapat di nikmati sambil melihat macam kesenian daerah.

” Bila kesenian daerah ada Tari Lengger dulunya, namun saat ini telah susah. Yang lain ada pentas rebana dhuror serta tarian beda asal Pekalongan, ” kata Slamet.

Untuk setelah itu ia mengakui juga akan makin mengonsep potensi itu, terkecuali dengan buat acara-acara yang mengundang wisatawan, juga memadukan potensi masakan dengan object wisata.

Sekarang ini sebagian object wisata disana seperti Sumur Segelam, Belik Sebabar/Sepuhan, Belik Jogobelo, Belik Jolotundo, telah layak dikunjungi jadi tujuan wisata budaya.