Polisi Australia Tanyai Pria Kelaharian Indonesia Kenakan Rompi Pemberat

Polisi Australia Tanyai Pria Kelaharian Indonesia Kenakan Rompi Pemberat – Waspadalah berpakaian yg dapat dikira atau dianggap dapat membahayakan orang.

Dianggap Polisi Tengah Latihan
Setio Shanahan tengah berlatih olahraga di taman memakai rompi pemberat
Satu orang penduduk menyampaikan pria kelahiran Indonesia ini ke polisi

Polisi mengemukakan penduduk pelapor udah benar dengan memberi kabar polisi atas perbuatan yg dilihatnya menyangsikan
Satu orang pria kelahiran Indonesia Setio Shanahan yg tinggal di Mount Gambier di negara sisi Australia Selatan pernah dikunjungi oleh polisi yg menindaklanjuti ada laporan dari publik lantaran perbuatan Setio yg dikira menyangsikan.

Nyata-nyatanya dalam upaya kurangi berat tubuh, Setio tengah berlatih dalam sesuatu taman Railways Lands dalam hari Minggu pagi itu, memakai rompi dengan pemberat besi di seberat 50 kg.

Seusai berkata dengan Setio, polisi mengaitkan kalau Setio tidak bermaksud lakukan perbuatan jahat.

Akan tetapi polisi pun mengemukakan kalau publik punyai hak buat menyampaikan perihal yg mereka menganggapnya menyangsikan.

Dalam tanggapannya perihal peristiwa itu Setio mengemukakan pelajaran yg didapatnya ialah, ” Jangan sampai berubah menjadi penduduk kulit berwarna (di Australia) serta pakai rompi pemberat itu disaat dalam gym saja ” .

” Jadi polisi memperoleh laporan lantaran ada satu orang penduduk kulit berwarna yg memakai rompi berisi bom disaat memanfaatkan HP. Pagi yg menarik, ” kata Shanahan di account Facebooknya.

Superintendent Phil Hoff dari kepolisian ditempat di Mount Gambier mengemukakan publik punya hak menyampaikan ” perbuatan menyangsikan ” sampai petugas dapat melaksanakan penelusuran buat meyakinkan tak ada ultimatum terorisme.

” Polisi mau berikan keputusan terhadap penduduk Mount Gambier kalau mereka tinggal di kota yg begitu aman, akan tetapi tidak bermakna kita bebas semuanya dari ultimatum terorisme, ” kata Superintendent Hoff.

Rail sculpture art in Mount Gambier
Setio Shanahan tengah latihan olahraga pada tempat ini disaat dikunjungi oleh polisi. (ABC South East SA : Kate Hill)

” Coba saja perhatian peristiwa serangan beberapa waktu terakhir di Christchurch (Selandia Baru) , yang sebagai daerah yg begitu aman. “

” Penduduk diperintah buat hati-hati akan tetapi tak sangsi terlalu berlebih. “

” Kami mau biar publik hati-hati serta menyampaikan perbuatan yg menyangsikan terhadap polisi atau nomer telpon laporan kritis. “

Diadopsi dari Indonesia
Setio Shanahan dilahirkan di Indonesia, serta diadopsi oleh suatu keluarga di Mount Gambier disaat masih beberapa anak 36 tahun yang kemarin.

Mount Gambier yaitu suatu kota di dekat pinggiran di antara Australia Selatan serta Victoria, miliki jarak 433 km dari ibukota Australia Selatan, Adelaide.

Ibu angkatnya Jan Shanahan mengemukakan kalau argumen ada laporan ke polisi itu yaitu sikap rasis.

” Bila orangnya bukan penduduk ‘kulit berwarna’ apa reaksinya sama? Ini seperti seorang mengemukakan ‘saya tak rasis namun. . . ‘, ” tulisnya Jan di Facebook.

Setio bakal ke Indonesia dalam kurun waktu dekat, buat bersua dengan keluarga kandungnya buat pertama sejak mulai ia diadopsi, seusai ia sukses menelusur siapa ayah kandungnya.

Apa yg di alami oleh Setio pun serupa dengan peristiwa di stasiun kereta di Melbourne sejumlah minggu lalu disaat satu orang pengamen musik dianggap bawa senjata.

Polisi mengemukakan pengamen itu yg bawa alat musiknya dalam suatu tas besar serta tengah berlatih pernafasan dalam kereta.

Akan tetapi satu orang penumpang lain rasakan sangsi kemudian menyampaikan polisi mengira kalau tas punya pengamen itu yaitu tas senjata laras panjang.