Rendra Juga Kader PD Saat Ini Sudah Di Pecat

Rendra Juga Kader PD Saat Ini Sudah Di Pecat – Rendra Hadikurniawan (39) diputuskan menjadi tersangka persoalan penghinaan Nabi Muhammad SAW. Ada beberapa kenyataan mengagetkan dibalik persoalan ini. Apa sajakah?

GP Ansor memberikan laporan Rendra ke Polresta Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (26/4/2018) . Tdk lama, polisi lantas menangkap Rendra dari tempat tinggalnya di lokasi Mojokerto.

Masalah ini selanjutnya di handel Polda Jawa Timur. Rendra diputuskan menjadi tersangka serta ditahan. Beberapa pihak memanggil Rendra alami problem kejiwaan, tapi polisi tdk juga merta percaya.

Polisi melaksanakan pengecekan kejiwaan pada Rendra. Polisi mencari tahu apa motif Rendra melaksanakan penghinaan pada Nabi Muhammad SAW.

Tulisan account Facebook Rendra Hadi Kurniawan, viral. Di video itu, tampak seseorang pria ada didalam mobil. Pria berkumis serta berjenggot tidak tebal dengan logat Jawa Timur-an ini mengejek Nabi Muhammad SAW serta pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq.

Pihak GP Ansor Sidoarjo lantas bereaksi. Mereka memberikan laporan pria di video itu ke Polresta Sidoarjo dikarenakan pernyataannya dinilai bikin resah serta melukai hati umat Islam.

Polres Sidoarjo bergerak atas laporan itu. Mereka selanjutnya menangkap pria bernama asli Rendra Hadikurniawan itu di tempat tinggalnya, Kamis (26/4) lebih kurang jam 12. 00 WIB. Dikarenakan jadi atensi penduduk, kasusnya segera dilimpahkan ke Polda Jawa Timur.

Rendra Hadikurniawan nyata-nyatanya kader Partai Demokrat (PD) . Dia tercatat di DPC PD Sidoarjo.

Ketua Divisi Advokasi serta Dukungan Hukum DPP PD Ferdinand Hutahaean memohon maaf terhadap umat Islam atas tingkah Rendra. Menurut dia PD benar-benar menyesalkan tingkah Rendra dikarenakan melenceng dari sikap PD menjadi partai nasionalis-religius.

Ferdinand memanggil PD benar-benar menyayangkan serta menyesalkan persoalan ini. Menurutnya, perbuatan Rendra melenceng dari sikap PD yg mengusung moto partai nasionalis-religius.

Ferdinand mengemukakan Rendra disebut-sebut lagi tengah alami problem kejiwaan. PD juga memberhentikan Rendra dari partai dengan tdk hormat. Mereka menyerahkan sistem hukum persoalan ini ke polisi.

Menurut tetangga dekatnya, Kuncoro Aji (43) , Rendra udah bercerai dengan istrinya. Sesudah perceraian itu, menurut dia Rendra kerapkali bicara ngelantur.

Kuncoro pernah juga mendengar info Rendra dibawa ke kiai buat diobati. Tetapi kondisinya tidak beralih. Orang tuanya jadi sakit-sakitan dikarenakan pikirkan hal semacam tersebut.

” Seandainya fisiknya sich sehat, tapi seandainya bercakap sesama tetangga selamanya mengkritik, pemerintahan, agama serta tokoh agama, di lihat dari ngomongnya seperti orang stres, ” kira Kuncoro.

Menurut kawan dekatnya di Partai Demokrat (PD) , Juanasari, Rendra orang yg sayang ibu. Menurut Juanasari, selagi ibunya masih tetap sehat, Rendra nampak normal. Pergantian baru nampak sehabis ibunya sakit.

” Saya sendiri kurang tahu persisnya mulai kapan Rendra alami pergantian. Saya mengerti langkah berdialognya, lebih-lebih dari sosmed, seperti bersitegang dengan pohon, mengakui dianya sendiri menjadi Imam Mahdi dan seterusnya, ” kata Juanasari.

Hal sama Seketaris DPC Demokrat Sidoarjo, Enny Suryani. Menurut dia, benar-benar ada kelainan pada diri Rendra.

” Mengerti Rendra ada kelainan tiga minggu saat lalu, selagi kami datang ke tempat tinggalnya di Trawas pada waktu menjenguk mamanya. Kami kaget dapat masuk tempat tinggalnya di teras tempat tinggal ada gubuk kecil ada arca serta bunga-bungaan, ” kata Enny.

Rendra Hadikurniawan (39) diputuskan Polda Jawa Timur menjadi tersangka persoalan penghinaan Nabi serta melaksanakan penahanan.

Bab Rendra yg dimaksud alami problem jiwa, polisi tdk juga merta percaya. Lebih-lebih Rendra dapat menyetir sembari merekam video.

Meskipun demikianlah, polisi dapat menelusuri hal semacam ini seterusnya dengan melaksanakan pengecekan kejiwaan pada tersangka.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) memohon penduduk teristimewa umat Islam tidak terprovokasi dengan tulisan video Rendra Hadi Kurniawan yg disangka mengejek Nabi Muhammad SAW di medsos.

MUI juga menjelaskan apa yg dijalankan Rendra murni aksi pidana. MUI memohon peristiwa itu tidak dipolitisasi. MUI menyerahkan sistem hukum seluruhnya terhadap Polda Jawa Timur.