Sulawesi Pasok Garam Di Pasar Tradisional Provinsi Lampung

Sulawesi Pasok Garam Di Pasar Tradisional Provinsi Lampung – Pasokan garam dari Sulawesi mulai masuk di pasar tradisionil di Provinsi Lampung.

Momen pemeriksaan mendadak (sidak) daging mendekati Idul Adha digunakan tim Satgas Pangan Provinsi Lampung untuk memonitor harga serta ketersediaan garam di tingkat pasar tradisionil.

Ini adalah hari ke-2 garam mulai turun harga nya, di market masih tetap ada harga yang tinggi.

Garam itu disuplai dari Sulawesi. Kemudian, juga akan menyusul masuk garam dari NTB dilanjutkan sekali lagi ketersediaan garam dari import dari Australia.

” Jadi dapat di pastikan harga garam juga akan kembali normal, ” kata anggota tim Satgas Pangan Kabid Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan Provinsi Lampung Heliyana Dewi selesai sidak di Pasar Gintung, Kamis (10/8/2017).

Untuk Provinsi Lampung terdata ada enam perusahaan pendistribusian garam. Namun yang aktif cuma tiga yaitu anak perusahaan Bumi Waras, Bumi Indah serta Tri Makmur.

Satu udah geser ke Provinsi Sumatera Selatan serta dua perusahaan yang lain vakum. Pihaknya tengah mengupas apakah kenaikan harga garam di Lampung di pengaruhi kevakuman perusahaan itu.

” Untuk Lampung penyebabnya terbesarnya karna memanglah ketersediaan yang kurang. Selama ini kita memercayakan ketersediaan garam dari sentra garam Provinsi Jawa Timur, ” tuturnya sekali lagi.

Disana tengah tidak sukses panen karna elemen cuaca. Untuk menangani, pemerintah Lampung ambil ketersediaan dari Sulawesi, NTB serta import.

” Ingat yah, import dengan juga penuh catatan karna kelak awal September udah masuk musim panen garam jadi jangan pernah karna import menyebabkan kerusakan harga garam lokal, ” urai Dewi.

Terlebih dulu beberapa Ibu rumah-tangga dipusingkan dengan harga garam yang selalu naik. Kenaikan harga garam mengkonsumsi itu bervariatif terkait merk.

Umpamanya garam cap Daun dari Rp 50. 000 per pak jadi Rp 98. 000 per pak.