tidak ada fungsinya selalu menahan payet

” Kami tengah mempunyai permasalahan dengan satu pemain. Ia yaitu Dimitri Payet. Ia menginginkan pergi, ” demikian ungkap Slaven Bilic pada konferensi pers yang barusan diselenggarakan West Ham mendekati kembalinya Premier League akhir minggu ini. Pernyataan Bilic ini pasti bak petir di siang bolong. Ditengah kondisi The Hammers yang juga tengah kesusahan tampak berkelanjutan, pasti hal paling akhir yang mereka kehendaki yaitu pemain kunci yang punya masalah.

Sang pemain sendiri belum mengonfirmasi pernyataan Bilic itu. Yang pasti, Bilic terlihat jengkel dengan sikap yang diperlihatkan oleh pemainnya itu. ” Tim ini, beberapa staf, kami senantiasa memberikannya semuanya, kami senantiasa ada untuk dia. Saya terasa dikecewakan. Saya terasa geram, ” lanjut Bilic pada konferensi pers itu. Pasti, dengan sikap yang ia perlihatkan itu, saat ini seolah tak ada jalan kembali untuk Payet terkecuali pergi.

Bilic sendiri sesungguhnya malas untuk jual Payet. Terkecuali lantaran perannya sebagai pemain kunci, West Ham pasti tak bisa kehilangan pemain bintang mereka waktu ini–disaat mereka tengah memerlukan ide dalam tim untuk dapat mengangkat tampilan mereka. ” Kami telah menyampaikan bila kami tidak mau jual pemain paling baik kami tetapi Payet tidak mau bermain buat kami. Ia menginginkan pergi. Kami akan tidak menjualnya, ” ungkap Bilic.

Hasrat Payet untuk meninggalkan West Ham pasti dapat diwajarkan. Sesudah tampak sebagai satu diantara surprise di Premier League–dimana peran Payet untuk timnya tak dapat dilihat mata sebelah, musim ini tampilan West Ham malah menukik tajam. Mereka memanglah menghadirkan banyak amunisi baru seperti Andre Ayew, Havard Nordtveit, sampai Sofiane Feghouli. Tetapi, hadirnya mereka yang dikira dapat selalu mengangkat West Ham selama ini terlihat jauh dari harapan awal.

Inipun bukanlah kali pertama sang pemain ‘memberontak’ serta memohon geser dari timnya. Tarik mundur ke 2007, Payet pernah memohon hengkang dari Nantes–yang saat itu terdegradasi–karena ambisinya untuk bertahan di Ligue 1. Saint-Etienne juga jadi maksudnya saat itu. Hal yang sama juga pernah ia kerjakan di Les Verts. Pada Januari 2011, Payet ‘mengambek’ pada klubnya serta memohon di jual ke Paris Saint-Germain. Pelatih Saint-Etienne saat itu, Christophe Galtier, ambil langkah tegas serta turunkan Payet ke tim reserve. Walau pernah kembali mendekati akhir musim, Payet pada akhirnya dilepaskan ke Lille pada musim panas 2011.

Dengan ‘pengalamannya’ itu, Payet pasti tidak mau alami Nantes keduanya berbarengan West Ham serta lakukan apa pun untuk geser. Tetapi, The Hammers saat ini ada di posisi yang susah untuk melepas Payet. Memanglah, kontrak Payet yang masihlah bakal jalan sampai 2021, West Ham mempunyai posisi tawar yang cukup tinggi untuk club peminat sang pemain. Namun, kehilangan pemain kunci ditengah musim–ditambah tampilan mereka yang jauh dari kata ideal–tentu jadi hal yg tidak dikehendaki oleh fans West Ham serta elemen club sekarang ini.

Selama ini, diberitakan baru ada satu club yang tertarik dengan Payet serta ajukan tawaran konkret. Yaitu Olympique Marseille–yang jual Payet ke West Ham pada 2015–yang telah ajukan tawaran 20 juta pounds serta tidak diterima oleh West Ham. Paris Saint-Germain juga sempat juga diberitakan tertarik dengan Payet. Tetapi, dengan Julian Draxler yang telah sukses mereka daratkan, sedikit susah kelihatannya lihat PSG menghadirkan pemain timnas Prancis itu.